Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2015

Untuk menjadi seorang juara,  dalam hal apapun tentu tidak mudah diraih begitu saja. Kita sering melihat performance/penampilan pada saat kondisi puncak, sehingga semua serba wahh, seakan-akan yang sang superstar mendapat berkah/keuntungan dari Tuhan secara langsung, jarang kita melihat pengorbanan-pengorbanan sang superstar untuk sampai level saat ini.

Pengorbanan-pengorbanan waktu, tenaga, biaya, phisik dan psikologi atau bahkan menjadi orang aneh di tengah-tengah masyarakat jarang menjadi fokus kita. Bagaimana tidak di saat orang-orang berada di kondisi nyaman sang superstar harus berada dihimpitan berbagai masalah 🙂

Yang paling penting untuk mencapai level puncak adalah ketekunan (keunyeng) tidak terganggu oleh sampah-sampah informasi, pergaulan serta hal lainnya yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan awal.

Saya, iya saya sendiri selalu melihat moto bapa di balik pintu lemari “nu keuyeng tangtu pareng” . Ada beberapa jurus yang saat ini saya terapkan untuk menjaga konsistensi kekeunyengan, di antaranya dengan olahraga yang teratur (seminggu 5 kali) dan puasa senin kamis.

Jadi intinya tulisan ini untuk mengingatkan kita (saya terutama) untuk selalu keunyeng, ingat tidak ada keahlian yang tiba-tiba turun dari langit, jadilah orang aneh ditengah-tengah orang biasa (mediok).

Read Full Post »

Dari sejak sekolah dasar saya sudah menyenangi hal-hal yang berbau teknik : olahraga, kendaraan (sepeda) dan ilmu-ilmu pasti (matematika terutama). Waktu itu saya menyenangi hal-hal tersebut karena asik untuk dipelajari dan pada saatnya nanti ada semacam keteraturan yang sudah pasti seperti itu, sehingga saya tidak harus menghafal dan menghafal tapi sudah jadi sesuatu yang reflek dan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Waktu itu illmu pasti menjadi menjadi illmu yang beken, kata orang kalo ilmu pastinya ok, orang  bisa menjadi insinyur, dokter, pilot, dsb. Namun saya amati sekarang, ya saat ini,  ilmu pasti seolah lenyap, kalah sama ilmu-ilmu adminstrasi yang lebih mengedepankan softskill terutama kepatuhan akan perintah atasan (walaupun perintahnya tidak masuk nalar ilmu pasti), sedih kadang. Orang-orang yang mempunyai softskiil ini (penurut/tukang nyebokin atasan) malah yang mendapat jabatan di beberapa perusahaan.. waduhhh ko jadi seperti ini ya…

Namun saya masih konsisten dengan komitment, someday ilmu pasti akan berkibar lagi (nyakin saya) , saya bukan oportunis “penghuni tikungan, lenyap saat peristiwa, muncul paling terdepan  setelah kejadian..   semoga.

Read Full Post »